HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Kabupaten Dairi "TOLAK AKSI PEOPLE POWER"*

By On Mei 20, 2019



Dairi Monitor24jam
Kita sama sama mengetahui terkait maraknya dan hangatnya pemberitaan di media sosial maupun elektronik akan ada aksi People Power yang akan dilaksanakan pada Tanggal 22 Mei 2019 Di Daerah DKI Jakarta.

Menanggapi hal tersebut diatas Para Pemuka Agama Kabupaten Dairi Dari agama Nasrani, Islam dan Budha yang dipimpin Oleh Pdt. E. Marpaung, M.Th angkat bicara memberikan tanggapan dan statement tentang Aksi People Power Kepada salah seorang insan media Pers Kabupaten Dairi di Kantor PAMK (Pemuka Agama Mitra Kamtibmas) Kabupaten Dairi, Tepatnya di Jalan Pandu Panji Sibura Bura.

Dalam kesempatan tersebut Pdt. E. Marpaung, M.Th Mewakili Anggota PAMK Kab. Dairi Berkomentar mereka menolak akan aksi People Power karena berdampak negatif dan tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia juga dapat meresahkan dan mengganggu aktivitas serta sarana dan prasarana lalu lintas jalan raya nantinya.

Untuk warga masyarakat Kabupaten Dairi, dari pantauan PAMK mereka juga tidak setuju dengan aksi tersebut, *"lebih baik jalankan Rutinitas dan aktivitas seperti biasa agar bisa mendapatkan rezeki dan menafkahi keluarga"* itu kata mereka kepada saya.

Apalagi setelah ada *"penempelan Browsur Maklumat Bapak Kapolda Sumut oleh Personil Polres Dairi di tempat-tempat yang ramai dikunjungi warga masyarakat kabupaten Dairi, mereka jadi tambah mengerti Bahwa aksi People Power itu melanggar hukum"* Jelasnya.

*"Kami Para Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Kabupaten Dairi Menghimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Dairi untuk tidak terpengaruh dengan aksi people power, mari kita serahkan keputusan hasil Pemilu kepada instansi dan petugas berwenang akan hal tersebut, demi terwujudnya Sitkamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Dairi"* Tegasnya diakhir konfirmasi dengan Insan Media.(joc 03)

BNNK Tebing Tinggi Bekuk Oknum TNI, ASN dan Swasta Pengguna Narkoba

By On Mei 19, 2019



Ka BNNK Tebing Tinggi Bambang Rudianto memberikan keterangan pers dengan latar belakang dua tersangka.

Tebing Tinggi, Monitor24jam.com

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebing Tinggi bersama Sub Den Pom II Tebing Tinggi dan TNI berhasil membekuk tiga tersangka pecandu narkoba, masing-masing seorang oknum TNI, ASN dan swasta.   

Ketiga tersangka masing-masing AA (33) oknum ASN Pemkot Tebing Tinggi, diduga sebagai bandar, SH (49) oknum TNI, dan DS (33) swasta

Demikian penjelasan Kepala BNNK Tebing Tinggi Bambang Rubianto dalam keterangan persnya Jumat (17/5) di kantor BNNK Tebing Tinggi. 

Disampaikan Bambang Rubianto, ketiga tersangka ditangkap Rabu (15/5) di Jalan Sakti Lubis Kelurahan Mandailing Kecamatan Tebing Tinggi Kota. 

BNNK memperoleh informasi dari masyarakat di Jalan Sakti Lubis sering menjadi tempat transaksi narkoba, dan selama satu minggu anggota BNNK melakukan pengintaian terhadap AA oknum ASN yang diduga sebagai bandar. 

Dengan penyamaran anggota BNNK berhasil melakukan transaksi sebanyak tiga kali, dan terakhir bersama Sub Den POM II Tebing Tinggi langsung melakukan penggerebekan di dalam rumah AA. 

Dari dalam rumah petugas berhasil mengamankan tiga orang di antaranya pemilik rumah dan dua orang lainnya SH oknum TNI dan SA swasta. 

Dari penangkapan tersebut dua pelaku diboyong ke Kantor BNNK, sementara oknum TNI diserahkan ke Sub Den POM II Tebing Tinggi untuk diproses lebih lanjut. 

Disampaikan Kepala BNNK, oknum AA seorang ASN Pemkot Tebing Tinggi merupakan residivis kasus narkoba yang baru keluar dari penjara, dan kembali menjalankan bisnis haramnya dan ditangkap kembali dengan barang bukti 11,4 gram narkotika jenis sabu beserta alat hisap (bong) dan uang Rp5 Juta. 

Kepada ketiga pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1, Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian  Kota Tebing Tinggi H. Syaiful Fahri  membenarkan oknum AA adalah ASN di lingkungan Pemkot Tebing Tinggi yang saat ini sedang menunggu proses pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH).

AA sebagai seorang ASN tidak pernah masuk kantor berbulan-bulan dan sudah berulang kali diperingati, dan saat ini hanya tinggal menunggu surat keputusan PDTH dari Kementerian PAN-RB. (AH)

Terkait Pemberitaan " Galian C Ilegal " Di Tebing tinggi Beking Ancam Wartawan.

By On Mei 16, 2019


 Tebing tinggi~ Monitor24jam
Setelah mendengar pemberitaan dari Mensos,baik itu dari televisi dan media online, terkait maraknya penambang pasir secara Ilegal atau galian C yang di duga tak mempunyai Ijin beberapa hari yang lalu,pihak pemilik melalui pengawas lapangan yang di tugaskan dari oknum TNI tidak terima dan malah marah-marah,Kamis(16/5).

 Seperti pantuan wartawan di lokasi,sudah jelas di lokasi aliran sungai Padang maraknya penambang pasir secara Ilegal atau Galian C tanpa ijin, tepatnya di jalan Iklas,Lingkungan I,Kelurahan Tanjung marulak,Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi,dengan menggunakan 2 unit alat berat yang mengambil tanah atau pasir dari dalam aliran sungai Padang kota Tebing tinggi,yang nantinya pasir atau tanah yang di ambil dari dalam sungai tersebut akan di gunakan untuk menimbun suatu lahan milik seorang pengusaha warga Thionghoa di kota Tebingtinggi.

 Tiba-tiba setelah mendengar adanya pemberitaan yang terbit di televisi dan di media online,pengawas dari galian C yang di duga dari Oknum TNI,menelpon salah satu wartawan sambil marah-marah dengan nada besar mengatakan," siapa yang memberitakan galian C Itu,kalau mau buat berita itu pake persedur dan konfirmasi dulu jangan asal-asalan saja,silakan saja mau kalian buat apa beritanya saya tidak takut,lantang Oknum TNI.

 Dengan gaya menantangnya seorang oknum TNI melalui handphone seluler kepada wartawan,ketua PWI kota Tebingtinggi Abdulah Sani Hasibuan sangat kecewa atas tindakan seorang oknum TNI yang berlaga seperti preman,padahal beliau adalah seorang aparatur negara Republik Indonesia,dan bukan preman yang bisa menakut-nakuti rakyat,kesal Abdulah Sani.


 "Di tempat terpisah,Setelah di konfirmasi wartawan melalui Handphone seluler terkait maraknya Galian C tanpa Izin di alirran sungai padang,kepala Dinas perizinan kota Tebingtinggi Surya Darma mengatakan,untuk galian C yang ada di jalan Iklas,Lingkungan I, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi,dirinya tidak tahu sama sekali kalau adanya galian C di alirran sungai padang.

'Bahkan ia menambahkan,untuk mengenai galian C sekarang pihaknya tidak ada wewenang,sekarang yang menangani izinnya itu dari provinsi Sumut.coba saja konfirmasi ke pusat,ucap Surya Darma.(007)

Maraknya Galian C Ilegal Di Sungai Padang Kota Tebing Tinggi

By On Mei 15, 2019


Rabu 15 Mei 2019.
Keterangan foto : aktifitas penambang pasir secara Ilegal di aliran sungai Padang.

 Tebing tinggi- Monitor24jam.com
 Penambang pasir yang di duga secara Ilegal atau galian C,'Marak' di sepanjang aliran sungai Padang,tepatnya di Jalan Iklas,Lingkungan I,Kelurahan Tanjung Marulak,Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi,membuat warga di sekitar lokasi resah,di duga galian C dianggap  liar tanpa Ijin, Rabu (15/5).

 Seperti pantauan wartawan di lokasi,banyaknya penambang- penambang liar dan tumpukan pasir yang di keruk dari dalam sungai dengan menggunakan 2 unit alat berat yang sudah di sediakan oleh sipemilik, aktifitas ini sudah berjalan hampir kurang lebih 1 tahun,galian C Ilegal ini milik salah seorang warga Thionghoa,galian C ini di duga di bekingi aparatur- aparatur hukum,sehingga tidak ada satu pun baik itu dari pemerintah dan kepolisian yang bisa menghentikan kegiatan tersebut.

 Dengan maraknya penambang pasir  galian C yang di duga Ilegal,yang terdapat di sepanjang aliran sungai Padang,di anggap dapat merusak Ekosistem lingkungan hidup seperti,binatang yang hidup di dalam air sungai Padang.


 Dilokasi,menurut salah seorang warga Masi (40),warga Jalan Iklas,Lingkungan I,Kelurahan Tanjung Marulak,Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi mengatakan,dengan adanya praktik penambang pasir Ilegal ini sudah berjalan kurang lebih hampir 1 tahun,dan warga di sekitar lokasi menolak adanya penambang pasir yang di duga Ilegal,karena bisa mengakibatkan rusaknya ekosistem lingkungan hidup yang ada di dalam sungai Padang.ucapnya.

"Dan ia berharap kepada pemerintah Kota Tebingtinggi,agar secepatnya menutup aktifitas penambang pasir galian C Ilegal yang tidak ada Ijinnya.

 Dengan adanya penambang pasir secara Ilegal sudah melanggar Undang-undang  nomor 4 Tahun 2009,tentang pertambangan karena bisa merusak lingkungan hidup,dengan ancaman 10 Tahun penjara dan di denda 10 miliar.( 007)

Imam Ansyori Bersyukur Mendapat Suara Terbanyak Di Pileg 2019

By On Mei 08, 2019



Tebing Tinggi, Monitor24jam

Pengusaha muda Kota Tebingtinggi, Imam Ansyori Nasution pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu berhasil merebut hati masyarakat Tebingtinggi.

Imam Ansyori memperoleh raihan suara pemilih terbanyak sebesar 2.764 suara mengalahkan Calon Legislatif (Caleg) Petahana, sehingga melangkah mulus menjadi Anggota DPRD Kota Tebingtinggi periode 2019-2024

Saat ditemui di kediamannya Jalan Persatuan, Senin (6/5/2019), Caleg dari Partai Gerindra nomor urut 1 Daerah Pemilihan (Dapil) 2 (Kecamatan Bajenis dan Padang Hulu) itu mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT.

“Saya dan seluruh keluarga besar menyampaikan terima kasih kepada semua warga, khususnya Dapil 2, para sahabat relawan seperjuangan dalam pemenangan Pileg maupun Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) yang telah berlangsung damai aman dan sukses. Mari kita sebagai warga bangsa Indonesia menunggu pengumuman resmi yang konstitusional dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Mei 2019,” harap Ketua Tagana Kota Tebingtinggi ini.

Mengenai kesiapan untuk menjadi wakil rakyat setelah nanti ditetapkan dan dilantik, pengurus Hipmi itu menyatakan siap mengemban amanah itu, termasuk bersinergis dengan kepala daerah membangun Tebingtinggi sejahtera.
“Dengan bentuk konkrit mengawal anggaran pembangunan dan mendorong Pemko Tebingtinggi untuk lebih memajukan usaha ekonomi kerakyatan demi percepatan kesejahteraan,” jelas Imam Ansyori.

Disinggung tentang pemimpin masa depan Tebingtinggi yang kemungkinan besar bakal ramai kaum muda millennial bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, Imam Ansyori menutukan, menunggu nanti bagaimana kedepannya.
“Jika diberi amanah masyarakat, saya sebagai pejuang pembangunan  siap mengikuti perhelatan itu (Pilkada),” tandasnya. (AH)

Pembangunan Bronjong Oleh BPBD Kota Tebingtinggi Diduga Mark Up

By On Mei 04, 2019


Tebintinggi Monitor24jam

Pembangunan Turap/Bronjong BPBD Kota Tebing Tinggi Jln.Sei Mati Kel.Brohol kecamatan rambutan kota Tebingtinggi  Diduga Mark Up

Pembangunan fisik Turap/Bronjong yang dilaksanakan oleh BPBD Kota Tebing Tinggi dalam mengantisipasi bencana banjir beberapa tahun ini begitu getol dan dinilai berhasil dalam menyedot anggaran dari APBN Pusat hingga  mencapai miliaran rupiah.

Miliaran dana penanggulangan itu digunakan oleh BPBD Kota Tebing Tinggi untuk pembangunan proyek fisik di beberapa kecamatan, Tetapi sayang pelaksanaan pembangunan fisik Tarup/Bronjong itu diduga menuai pengkondisian pada orang dan kelompok tertentu, 

Pembangunan Tarup bronjong yang saat ini sedang dalam pekerjaan di Jln.Sei Mati Kel.Brohol Diduga Di Mark Up dengan pagu anggaran Rp 885 juta yang dilaksanakan oleh CV.RIZKI MANDIRI PERKASA.

Komentar salah seorang pemerhati masyarakat berinisial “S.Tambunan” yang menyakatakn pada awak media Sabtu (04/05/2019), bahwa indikasi KKN atas penggiringan anggaran dalam pelaksanaan pembangunan proyek fisik di BPBD Kota Tebing Tinggi terindikasi sengaja dikondisikan untuk beberapa oknum saja. 

“S.Tambunan” juga menerangkan bahwa pihak perusahaan pemenang lelang mulai tahun 2016 sampai 2018 terlihat tetap perusahaan yang sama,
Prilaku seperti ini di nilai  perlu disikapi agar penggiringan yang diduga sengaja untuk memenangkan perusahaan tertentu untuk pemenang lelang itu bisa dicek  secara hukum. 

“S.Tambunan” menilai bahwa beberapa tahun terakhir dari hasil audit dilapangan bahwa kinerja beberapa perusahaan pemenang lelang yang mengerjakan pekerjaan Tarup/Bronjong pada tahun sebelumnya  terindikasi korupsi kekurangan volume pekerjaan akibat tidak sesuai spesifikasi kontrak kerja.

W.Sitorus kepala BPBD kota Tebingtinggi ketika dikonfirmasi tidak berada ditempat, dan salah satu stab di kantor tersebut memberikan nomor HP 08126005xxxx dan mengatakan hubungi nomor ini ya bang ini nomor pak W Sitorus, terangnya.

Sementara data didapat pihak awak media atas audit BPK RI mulai tahun 2016 sampai tahun 2017 atas pelaksanaan fisik Tarup/Bronjong di BPBD Kota Tebing Tinggi

Dan  keadaan ini sudah menjadi perbincangan di beberapa insan Pers juga LSM yang turut memantau penggunaan anggaran di BPBD kota Tebingtinggi yang digunakan untuk pembangunan Tarup/Bronjong 
Pinggiran sungai yang ada di Kota Tebing Tinggi

Pihak LSM  berharap agar penegak hukum mau melakukan pemeriksaan atas data temuan yang ada, bila perlu diproses sebagai mana fungsi penegakan hukum yang seharusnya. Tutup  S Tambunan.(Tim)

Meminta Maaf Tertulis Diatas Materai, Kasat Lantas Polres Tebingtinggi Respon Positif

By On Mei 04, 2019



Tebingtinggi Monitor24jam
Abdurahmatullah (19) warga jalan Mj Sutoyo no.68 Kota Tebingtinggi , meminta maaf kepada Satuan Lalulintas Polres Tebintinggi secara tertulis di atas materai dan pernyataan langsung dihadapan Kasat Lantas AKP Enda Tarigan melalui Kanit Lantas Ipda Nanang  kusumo didepan Balai piket Satlantas polres Tebingtinggi Sabtu (04/05/2019)

Permintaan maaf Abdurahmatullah, atas perlakuan mengunggah postingan diakun Facebook pribadinya, yang dapat merusak citra polisi, didasari karena "Rahmat" tidak terima tindakan anggota oknum polisi yang sedang melakukan patroli tertib berlalulintas di wilayah hukum polres Tebingtinggi.

Adurahmatullah yang tertangkap tangan karena berkendara tidak menggunakan helm dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan bermotor, adalah perbuatan melanggar hukum , oknum polantas kota Tebingtinggi yang mendapatinya langsung membawa unit kendaraan bermotor tersebut untuk diamankan ke markas satuan lalulintas kota Tebingtinggi untuk di proses

pernyataan permintaan maaf dan penyesalan itu tertuang di kertas yang bermatrai "Saya menyesal dengan perbuatan yang saya lakukan terhadap anggota satlantas polres Tebingtinggi pada saat saya ditilang sekitar bulan November 2018, saya akan melengkapi surat kendaraan saya bila berkendara
"Saya akan mematuhi peraturan berlalulintas bila saya berkendara.

AKP Enda Tarigan Kasad Lantas Polres Tebintinggi, melalui Kanit Lantas Ipda Nanang kosumo, yang merespon positif permintaan maaf Rahmatullah memberikan nasehat untuk tidak lagi melakukan hal yang bisa merugikan pihak kepolisian, karena pihak kepolisian sudah bekerja secara prosedur dan profesional.dan berharap hal ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat, karena bisa terjerat UU ITE tegas nya(08-03joc)


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *