HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Pembangunan Bronjong Dinas BPBD Kota Tebing Tinggi Diduga Menggunakan Batu Koral “Tidak Sesuai Spesifikasi”



Tebingtinggi Monitor 24 jam
Beberapa tahun sudah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebing Tinggi sangat getol dalam melaksanakan pembangunan fisik dipinggiran sungai 

Program ini dinilai sangat kreatif untuk menambah besaran nilai transfer dana pusat pada pendapatan keuangan Kota Tebing Tinggi, Hal itu bisa dilihat dari total jumlah transfer anggaran pusat atas pendapatan daerah di APBD Kota Tebing Tinggi dibeberapa tahun ini

Namun langkah untuk menambah pendapatan APBD pada program bencana itu terkesan mengarah kearah indikasi kepentingan pribadi oknum Dinas BPBD yang diduga berambisi untuk mencari keuntungan pribadi dengan indikasi pada nilai kewajiban yang diduga didapatkan

Dugaan pengalihan program pihak Dinas BPBD Kota Tebing Tinggi itu diduga berkamuflase tanpa berfokus pada program bencana agar lebih efektif bisa mengantisipasi terjadinya bencana banjir tahunan. Pengalihan program itu diduga berubah pada kemampuan untuk belajar dan berkecimpung dalam teknik bangunan fisik demi dugaan kepentingan semata tanpa memperhitungkan kwalitas pekerjaan

Komentar itu dinyatakan seorang pemerhati sosial Kota Tebing Tinggi  “S.Tambunan” pada pihak media selasa(28/05/2019) mengatakan bahwasannya penggiringan pemenang lelang proyek di Dinas BPBD begitu kentara. Hal itu bisa dilihat dari beberapa tahun ini bahwa hasil pemenang lelang selalu dimenangkan oleh rekanan itu-itu saja. Sementara hasil yang dilaksanakan oleh rekanan tersebut diduga selalu tidak sesuai dengan RAB dalam beberapa tahun ini.

Sahat", menambahkan kalau Prilaku ini diduga terus berjalan beberapa tahun lamanya, dimana semua itu muncul akibat lolosnya hasil pemeriksaan BPK RI dibeberapa tahun ini. Sehingga muncul asumsi bahwa pihak BPBD Kota Tebing Tinggi diduga main sabun dengan pihak BPK RI untuk memuluskan segala temuan ditiap tahunnya. Sementara fakta fisik mulai dari besaran batu koral, pipa penanaman, kawat pengikat dan dugaan Mark Up terkesan diabaikan.

Begitu juga pihak penegak hukum di Kota Tebing Tinggi pun diduga ikutan enggan dalam melakukan pemeriksaan dugaan korupsi di Dinas BPBD, hingga prilaku dugaan Mark Up, dugaan tidak sesuai spesifikasi dan dugaan penggiringan pemenang lelang dianggap sebagai drama yang tidak akan berkesudahan ditiap tahunnya, tutup Sahat" (TIM)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *