HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Gogon Seorang Aktivis Anti Narkoba, Mendekam Karena Kasus Kericuhan di Harlah NU-93 Kota T.Tinggi


Keterangan Photo :
( Gambar A ) Suhendri Alias Gogon ( 45 ) saat memberi keterangan pers dalam aksi Unjuk rasa anti Narkoba di PN T.Tinggi.

( Gambar B ) Suhendri alias Gogon diamankan paksa aparat kepolisian saat di sangka pelaku aksi kericuhan di Harlah NU di Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Monitor24Jam.com -Suhendri alias Gogon ( 45 ) yang merupakan salah seorang dari ke sebelas tersangka kasus kericuhan di harlah NU – 93, ternyata dikenal sebagai  seorang aktivis yang giat dalam berbagai aksi sosial, terutama dalam upaya membantu pihak penegak hukum dalam  pemberantas Judi dan Narkoba di Tebingtinggi.

Menurut sebuah sumber, yang dikenal sebagai  teman dekat Gogon dan tidak  ingin di sebutkan jati dirinya menceritakan keseharian tersangka, Sosok  Gogon merupakan penggiat sosial murni dan kebetulan juga simpatisan sebuah ormas Islam.

Kesehariannya di isi dengan mencari nafkah untuk anak dan istri sebagai penarik becak bermotor (betor), Gogon adalah pribadi yang baik kepada teman dan lingkunga nya, sopan dan mudah bergaul. Bertolak belakang dengan cerita yang berkembang di masyarakat pasca aksi kerusuhan di Harlah NU – 93 di Kota Tebingtinggi beberapa waktu lalu.

“ Gogon hanya seorang penarik beca bermotor ( betor ) dalam setiap gerakan  aksi massa yang anti narkoba dan anti Judi serta Kemaksiatan, Gogon acap kali mendapat teror dari orang tidak di kenal “ ucap sumber.

Bahkan sumber memiliki catatan khusus perjalanan aktivitas  Gogon, selama menjadi penggiat anti Narkoba, Judi dan Kemaksiatan, ancaman kekerasan juga pernah di alami Gogon, berupa pemukulan dengan besi, dalam perjalanan pulang kerumahnya sehabis menjemput istrinya berjualan, korban mengalami luka memar di bagian tangan.

“ Lalu beberapa waktu berselang, rumah Gogon pernah  di lempar bom Molotov, dan yang terakhir beca bermotor yang ada di rumahnya di bakar orang tidak dikenal juga. “  jelas sumber pada awak media, Jum’at ( 8/3/2019 ).

Kata sumber lagi, anehnya semua laporan terkait kasus yang menimpa Gogon di kepolisian tidak pernah terungkap, walaupun laporan sudah di sampaikan, Gogon cuma mendapat jawaban “ masih di usut “ begitupun  Gogon tetap tabah dan bersabar.

Sumber menambahkan dengan kejadian ini kami selaku temannya cukup prihatin dan  heran, hanya karena memprotes dan berteriak serta mengenakan kaos bertagar, pada peringatan Harlah NU-93 di Lapangan Merdeka, Gogon di perlakukan seperti seorang “ kriminal “, layaknya penjahat kelas kakap Gogon di ambil paksa dari tengah lapangan.

Video rekaman pengamanan saat kejadian, yang akhirnya viral di sosial media menghapus semua image positif dan bertolak belakang dengan apa yang di lakukan Gogon selama ini yakni ikut serta menegakkan “ amar ma’ruf nahi mungkar “ ( mencegah kebathilan, menegakkan kebenaran ), Gogon bagaikan penjahat besar , di seret dan di lemparkan keatas mobil polisi.

“ Kami sebagai teman, memohon kepada banyak pihak, berupa bantuan moril, seminimal pendampingan hukum bagi teman kami Gogon, kami juga berdo'a semoga masalah yang menimpa Gogon dan kawan kawannya cepat selesai agar dia bisa kembali lagi beraktivitas dalam upaya  memberantas narkoba, Judi dan Kemaksiatan di Kota Tebingtinggi yang merupakan musuh bersama dalam masyarakat . “ pinta sumber, teman tersangka.

Gogon dan sejumlah aktivis penggiat anti Narkoba, Judi dan Kemaksiatan di Kota Tebingtinggi, kini mendekam di sel Polres setempat,  dalam sebuah terbitan dikhabarkan para tersangka di jerat dan diancam  pasal 160 sub pasal 175 junto Pasal 155 serta pasal 56 KUH Pidana tentang penghasutan atau melakukan, merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan di ijinkan,  dan atau turut serta melakukan, menyuruh melakukan, membantu terjadinya tindak pidana ( tim JOC).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *