HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Dugaan Kebocaran Dan Pemborosan Anggaran Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Utara Mencuat


Tebingtinggi  Monitor24Jam 

Realisasi Penggunaan anggaran APBD Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2015  sebesar Rp 124,6 miliar, di tahun 2016 sebesar Rp 124,7 miliar dan di tahun 2017 sebesar Rp 83,6 miliar 

Dugaan kebocoran dan pemborosan dana yang cukup besar, terkait dengan mark up, tidak sesuai spesifikasi dan menyangkut tidak efisiennya dibeberapa dinas dalam penggunaan anggaran, terlebih pada pelaksanaan pembangunan pekerjaan fisik dalam beberapa tahun ini.

Dugaan kebocoran dan pemborosan anggaran dana Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Utara itu disampaikan oleh salah satu kelompok pemerhati masyarakat pada awak media (19/03/2019) “SI.Hutabarat” warga Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli utara, menyatakan pelaksanaan dan penggunaan anggaran itu, terkait pemborosan anggaran tentang program pelayanan administrasi perkantoran ditahun 2015 sebesar Rp 1 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 1,2 miliar dan tahun 2017 diduga di Mark Up menjadi sebesar Rp 6,1 miliar.

Menelusuri akan hal itu, Tim awak media ini sudah berulang kali mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasikan pada pihak Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Utara, namun pihak Dinas PUPR dan juga Kepala Dinas “Anggiat Rajagukguk,MM” selalu jarang berada dikantornya. 

Sehingga permasalahan itu akhirnya dilaporkan pada pihak Kejaksaan Negeri yang diterima langsung oleh Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Tapanuli Utara “Symon Sihombing”. (13/3)
Penyerahan berkas laporan,

Pihak Kejaksaan “Symon Sihombing” yang menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejaksaan Tapanuli Utara, menyatakan pihak Kejaksaan selalu terbuka pada laporan masyarakat akan permasalahan dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara ini, ditambahkannya, pihak Kejaksaan akan mempelajari berkas laporan tersebut dan akan memanggil pihak Dinas PUPR.

Seorang pemerhati masyarakat Tapanuli Utara, “S.Tambunan” yang merasa Tapanuli Utara adalah kota kelahirannya, menyatakan pada awak media(19/03/2019)  agar pihak Penegak Hukum di Kabupaten  Tapanuli Utara mestinya bisa bekerja lebih serius sebab beberapa pejabat di Kabupaten ini diduga sepelekan pihak penegak hukum. 

Pernyataan itu pernah ia dengar pada salah seorang pejabat Dinas yang menyatakan “SAYA TUNGGU PANGGILAN KAJARI”. Dimana pernyataan itu diungkap oknum pejabat itu, setelah pemerhati masyarakat mempertanyakan prihal buruknya hasil pelaksanaan pekerjaan fisik didinas tersebut.

Sifat seperti ini diduga sudah menjadi budaya dan karakter beberapa oknum pejabat, Kabupaten Tapanuli Utara yang mana beberapa oknum pejabat itu seakan menilai bahwa pihak penegak hukum selama ini mandul dan diduga tidak mampu dalam menyikapi dan mengungkap permasalahan dugaan korupsi yang tiap tahunnya sudah menjamur dan dengan bebas dilakukan dibeberapa tahun ini tegas "Tambunan"

Sehingga dugaan kerugian miliaran keuangan Negara dan Daerah atas bobroknya pengawasan dan bobroknya sistem dikabupaten ini telah mempengaruhi kemajuan Kabupaten Tapanuli Utara selama beberapa tahun lamanya. (Tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *