HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Kasus Dugaan Penipuan Dan Penggelapan Oknum Terdakwa Martogi Sinaga Menuai Kejanggalan




Labuhan Batu, Monitor24Jam

Dugaan Tindak pidana Penipuan dan Penggelapan Terdakwa Martogi Sinaga telah Dua Tahun sempat mengendap di Polres Labuhan Batu. Proses penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terjadi di wilayah hukum Polres Labuhan Batu sungguh melelahkan.

Perseteruan antara satu kelompok petani dengan seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit ternama dan terkenal di Kabupaten Labuhan Batu berinisial “Pek Chuan alias Agus Winoto” menyangkut uang panjar Rp 10 juta yang diterima kelompok tani itu diduga menjadi penyebab kasus tersebut diangkat ke Pengadilan Negeri Labuhan Batu.

Awal permasalahan itu bermula dari nilai ratusan juta rupiah yang telah disepakati sebagai ganti rugi lahan pertanian (sawah) masyarakat Desa Sei Siarti sebagai ketua kelompoknya adalah Ibu Martogi Sinaga, hingga mengantarkan Ibu Martogi Sinaga dikursi pesakitan.

Permasalahan ini sangat membingungkan beberapa pemerhati masyarakat atas terangkatnya permasalahan tersebut sampai ke meja pengadilan Negeri Labuhan Batu tentang sangkaan tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan. Sehingga kasus itu dinilai salah seorang pemerhati “Nambela” mengarah pada keunikan yang mengherankan, hingga dua tahun lamanya pihak penyidik melengkapi BAP tersangka hingga meminta petugas Ukur dari BPKH rayon 18.

Permasalahan ini berawal dari laporan saksi pelapor Aldin Purba di Polres Lubuhan Batu tertanggal 30 Agustus 2016, dengan No : LP /1629/VIII/2016/SU/RES-LBH, yang melaporkan Ibu Martogi Br.Sinaga, ungkap Nambela.

Lama proses tindak Pidana penipuan dan penggelapan ini bergulir dipihak penyidik terkesan menimbulkan ketidak percayaan “Nambela” terhadap aparat kepolisian, dimana sejak kasus ini dilaporkan pada tanggal 30 Agustus 2016 dan setelah 2 (dua) tahun kemudian kasus tersebut dapat dilimpahkan (P-21) ke Kejaksaan Negeri Rantau Prapat, tepatnya sekitar Oktber tahun 2018.

Pengeledahan dirumah Syamsul Bahri Nasution mantan Kades Sei Siarti pada Hari Senin tanggal 19 Desember 2016 oleh enam (6) Oknum Tim Sat Reskrim Polres Labuhan Batu, terkesan berlebihan, hingga menimbulkan ketakutan dikalangan masyarakat, ungkap Nambela.

Hal itu diduga ada kaitannya dengan keterlibatan Syamsul Bahri Nasution sebagai pejabat Kepala Desa Sei Siarti yang menerbitkan Surat Keterangan Tanah Garap Pertama (SKTGP) pada tahun 2004, atas tanah garapan yang menjadikan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan ini bergulir di Pengadilan Negeri Labuhan Batu.

Melalui awak media terdakwa Martogi br.Sinaga menyampaikan permohonanya kepada Kapolda Sumatera Utara dan Bapak Kepolisian Republik Indonesia, juga kepada Kejati dan Kejagung RI, dan Komisi Judicial Review untuk mengawasi proses hukum yang sedang berlangsung.

Gelar persidangan pada hari selasa 08 januari 2019 yang menghadirkan saksi ahli yang telah mengecewakan para Majelis Hakim dan Pengacara Terdakwa, dimana saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roma Simbolon,SH adalah seorang petugas ukur dari BPKH rayon 18 yang diminta oleh pihak penyidik untuk menentukan titik kordinat objek dalam melengkapi berkas perkara tersebut dan juga menjadi saksi ahli dipersidangan Sidang. (TIM)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *