HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Puluhan Warga Desa Kotari Kembali Gelar Aksi Protes Jilid III Di Kantor Bupati Sergai




SERGAI-Monitor24Jam.com- Puluhan warga dusun IV Desa Kotapari Kecamatan Pantai Cermin Kabupate Sergai kembali menggelar aksi protes jilid III di Kantor Bupati Sergai Selasa(6/11).

Berinstrumen saundsystem diatas Pickup,koordinator aksi Habibie diluar halaman kantor bupati berteriak,meminta kepada Bupati Ir.H Soekirman dan Wabub H Dharma Wijaya agar menutup dan merobohkan bisnis ternak ayam petelur milik pengusaha keturunan bernama At ai.

Pasalnya,praktik bisnis milik At Jai di wilayah padat pemukiman itu menurut Habibie menimbulkan pencemaran udara beraroma tak sedap hingga menimbulkan bau busuk berlalat.

Kelompok Habibie itu kecewa atas berbagai janji penyelesaian yang dilakoni aparatur tingkat desa hingga Kecamatan sampai Tingkat Kabupaten.



Tudingan kekecewaan juga dilayangkan kepada Dinas Satpol PP yang dianggap bungkam dan tak mampu bertindak sesuai tupoksi sebagai penegak Perda.

Padahal menurut Habibie dalam orasinya,satuan Praja Wibawa itu diketahui telah melayangkan dua surat peringatan kepada At Jai.

Namun Peternak petelur itu tetap beroperasi tanpa hambatan.Habibie memprotes pihak Satpol PP agar bertindak menutup dan membongkar kandang milik At Jai.

Dalam aksi itu puluhan warga tersebut mendesak masuk bertemu petinggi Kabupaten itu.

Kepolisian Polres Sergai yang menjaga jalannya aksi menolak permintaan warga untuk bertemu Wakil Bupati H Dharma Wijaya yang tengah berada diruangan.

Adu argumen sengit diantara keduanya sempat terjadi. Pihak Kepolisian memberikan izin 5 orang keterwakilan untuk bertemu orang nomor dua di Kabupaten Negeri Beradad Tanah Bertuah itu.

Namun usulan itu ditolak warga yang ngotot agar seluruh warga diterima untuk menyampaikan uneg uneg dan aspirasi lainnya. Kedua kubu itu tidak menghasilkan jalan keluar berarti.

Session Jeda aksi petang itu,Koordinator aksi Habibie kepada media menyampaikan pernyataan penolakan atas keberadaan kandang petelur di kawasan pemukiman warga itu.

Sisi lain, Habibie berkeyakinan,bahwa dalam menjalankan bisnis petelur itu, peternak At Jai tidak memiliki persetujuan warga sekitar.

"Kita yakin At Jai tidak mengantongi izin perpanjangan legal apapun dari pihak dan Instansi pemerintahan Kabupaten."tegas Habibie

Jika tidak digubris,Habibie menegaskan,jika persoalan itu tidak diselesaikan, Kelompok warga itu akan membawa permasalahan itu melalui jalur hukum PTUN.

Aksi itu berlanjut usai Isoma. Akhirnya aspirasi puluhan warga melalui 8 orang keterwakilan,termasuk Koordinator aksi Habibie, diterima Kepala Dinas Satpol PP Drs.Fajar Simbolon di ruang kerjanya sembari dikawal oleh petugas Kepolisian Polres Serdang Bedagai.

Sebelumnya aksi protes Jilid I dan II beragenda yang sama pernah dilakukan warga sekira bulan Juli dan Agustus 2018 silam di lokasi yang sama, Kantor Bupati Serdang Bedagai.

Aksi serupa kala itu tidak menorehkan hasil apapun hingga gelombang protes Jilid III berlanjut .(mad)


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *