HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Kasihan Warga Lahan Dibuat Jalan Tol, Pintu Air Rusak


Tebingtinggi,- Monitor24jam.com
Lanjutan proyek pembangunan jalan bebas hambatan yang telah digagas pemerintah pusat khususnya di kawasan lintasan Serdang Bedagai –Tebingtinggi – P.Siantar yang saat ini dalam proses pematokan  dinilai akan memberikan kontribusi pada efek logistik di Kota Tebingtinggi.

Di sinyalir adanya jalur jalan bebas hambatan ( tol..red ) ini juga dikhawatirkan menjadi ancaman bagi produksi sayuran petani di kawasan Bajenis. Selain itu ada persoalan lain pintu air jebol aparatur pemerintah kota tidak mau ambil peduli.

Pengamat social dan masyarakat Kota Tebingtinggi, Hidayat  mengatakan bahwa dirinya mengkhawatirkan pembangunan mega proyek jalan bebas hambatan ini. Pasalnya, adanya jalan bebas hambatan Sergai – Tebingtinggi – P.Siantar ini dikhawatirkan akan berdampak pada berkurangnya lahan produktif di Kota Tebingtinggi .

"Memang saya tidak mengkritik soal inkonsistensi pemerintah. Kritik soal jalan bebas hambatan ini hanya karena alasan lingkungan," ujarnya saat di temui awak media di kediamannya, Senin ( 15/10/2018 ).

Dia menjelaskan, daerah yang akan dilewati jalur jalan tol tersebut sebenarnya merupakan lahan pertanian yang subur dan menjadi tempat cadangan air di Kawasan Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi. Namun dengan dibangunnya jalan bebas hambatan ini akan mengubah lahan subur tersebut menjadi daerah pemukiman karena berkurangnya lahan produktif pertanian.

"Karena begitu ada jalan yang mulus, di kanan kiri pasti akan ada pemukiman. Kalau dibuka pintu keluar exit akan tumbuh pemukiman. Ini seperti terjadi di beberapa kawasan serdang bedagai kalau dibuat pintu keluar," kata dia.

Dikatakan Hidayat, pada saat ini telah di lakukan pematokan dan pengukuran lahan yang rencananya terkena proyek pembangunan jalan bebas hambatan, Padahal Kelurahan Pinas Mancung yang di kenal sebagai pemasok sayuran terbesar untuk Kota Tebingtinggi.

Bahkan Pemerintah Kota Tebingtinggi memberi hak penuh kepada petani di kawasan Kecamatan Bajenis untuk menyesuaikan tanaman produksi bukan hanya padi yang punya musim tanam tiga kali setahun.


Ternyata bukan saja persoalan kehilangan lahan produksi, petani di kawasan ini juga di terpa masalah karena jebolnya pintu air, kerusakan pintu air “ Usaha Tani “  yang sudah berlangsung dua bulan ini belum juga mendapat perhatian aparatur pemerintah Kota Tebingtinggi.

Jebolnya pintu air ini, di akibatkan besarnya debit air hujan yang cukup tinggi, ini di duga karena kualitas pintu air ini tidak memenuhi standart. Dampak yang paling dirasakan warga disana bukan saja kekurangan pasokan air ke lahan pertanian, akan tetapi ribuan ekor ikan ternakan yang di budi dayakan di saluran air ini, ikut “ hanyut “ terbawa banjir.

“ Bukan hanya persoalan kehilangan lahan produksi, Pintu Air Usaha Tani juga jebol, ribuan ikan ternakan kami hanyut dan kami terus menerus di terpa kerugian materi “ ujar Ketua Kelompok Tani, Saimin.

Kata Saimin, upaya melakukan pelaporan baik ke tingkat kelurahan, ke aparatur Kecamatan hingga ke Pihak Dinas Pertanian, hanyalah pekerjaan yang sia-sia, tidak satupun yang merespon pengaduan petani di kawasan Kelurahan Pinang Mancung ( Tim Jurnalis Online Club )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *