HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Pasar Kecamatan Terkesan " Mubajir "







 Monitor24jam-Tebingtinggi
Usai di bangun pasar induk di kawasan Jalan AMD,  pasar kecamatan di kawasan Mekar Sentosa dan Sei Segiling, semuanya belum juga di fungsikan. Padahal beberapa waktu lalu dinyatakan dengan dibangunnya pasar ini selain mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat, PAD Tebingtinggi juga kita harapkan meningkat dari bidang Perdagangan.
Masyarakatpun mulai mempertanyakan keberadaan pasar- pasar ini, kenapa hingga saat ini belum juga di fungsikan, Komentar tentang pasar ini dikutip sejumlah awak media,Senin(31/7). Salah satunya dari Abdul Wahid Lubis ( 39 ) Warga Kecamatan Padang Hilir.
Abdul Wahid  yang juga pedagang ini menyayangkan bangunan pasar yang nilainya milyaran rupiah ini terkesan ditelantarkan dan adanya pembiaran oleh instansi terkait. Katanya juga bila pembiaran ini berlanjut kemungkinan pembangunan pasar yang notabene menggunakan “ uang rakyat “ akan mubazir dan sia-sia.
“ Apakah ini  sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2006 - 2025 yang salah satu peningkatan jasa perdagangan yang juga sesuai dengan Visi dan Misi Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM ternyata cuma omong kosong doang “ tutur Abdul
Lanjut Abdul, seperti yang pernah terekspos dimedia massa, Di tahun 2017 lalu, Pemerintah Kota Tebingtinggi merevitalisasi pasar kain dan membangunan pasar kecamatan dan pasar induk yang dananya bersumber dari DAK APBN 2017 senilai 50 milyar rupiah ditambah belasan milyaran rupiah  untuk pembangunan pasar kecamatan dikawasan Sei Segiling
“ Program tersebut bertujuan untuk menciptakan pasar modern, alasannya karena Tebingtinggi adalah  kota Buffer (penyangga) pertumbuhan Ekonomi untuk Kawasan Strategi Nasional (KSN) Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, ternyata hanya pembohongan public “ ujar Saiful kesal.
Menjadi pertanyaan kenapa kita memprogramkan pasar modern?, konon katanya sebagai kota buffer (penyangga) dibutuhkan pasar yang moderen, bersih dan nyaman dan pengembangan pasar tradisional merupakan tindak lanjut PERDA RT/RW.
Dalam Perda RT/RW diisyaratkan bahwa desentralisasi perdagangan tidak tertumpu pada inti kota maka harus dikembangkan pasar dipinggiran tujuannya untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat juga untuk menciptakan pertumbuhan sentra ekonomi di tingkat kecamatan.
Faktanya, kurangnya ketegasan Walikota Tebingtinggi mengakibatkan sejumlah pasar di sejumlah kawasan belum juga di fungsikan. Sekalangan mayarakat di Kota Tebingtinggi menunggu sikap tegas Walikota Umar Zunaidi Hasibuan agar memerintahkan pinpinan instansi terkait untuk mengambil sikap. Dengan tidak berfungsinya pasar-pasar tersebut menambah panjang deretan bangunan terbengkalai di Kota Tebingtinggi. ( red )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *