HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Monitor24jam

sponsor

sponsor

Find Us On Facebook

Iklan


Olahraga

Featured Video

Daerah

Politik & Hukum

Pendidikan & Budaya

Comments

Kriminal

Iklan


Nasional

Header Ads

Author

Pages

Popular Post

Diduga Main Standar Harga, Proyek Balai Kartini Dilapor Ke Poldasu

Foto : PROYEK pembangunan Balai Kartini di Jalan Gn. Leuser yang menelan dana hingga Rp33,5M yang diduga bermasalah.
TEBINGTINGGI,-MONITOR24JAM.COM .
 Pembangunan Balai Kartini yang nantinya berfungsi sebagai gedung pertemuan di Jalan Gn. Leuser, Kel. Tj. Marulak, Kec. Rambutan, diadukan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) ke Mapoldasu. Diduga proyek multi year itu, pengerjaannya tidak sesuai bestek, dengan bermain di standar harga.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kapoldasu c.q Direktorat Reskrimsus No.4.02/LSM-PEN-UJ/X/IV/2018 tanggal 14 April 2018, mempersoalkan lanjutan pembangunan Balai Kartini yang bernilai Rp2,702M pada 2017. Di mana pihak LSM mencurigai adanya kejanggalan pada aspek perencanaan proyek sertacontract change order (CCO) pada rencana anggaran biaya (RAB).
Permainan curang lainnya, disinyalir pihak LSM, adalah pada penghilangan item proyek, kemudian terjadinya perngubahan (CCO) hingga tiga kali. Yakni sebelum harga lelang harga perkiraan sendiri (HPS) yang dibuat konsultan pertama. Namun, setelah lelang harga konsultan pertama sama sekali tidak tayang di LPSE. “Pelaksanaan proyek yang sudah memasuki tahun ketiga itu terkesan mengakal-akali”, tulis surat LSM Penjara UJ itu.
Atas dasar itu, LSM yang beralamat di Jalan Anturmangan, Kel. Sri Padang, Kec. Rambutan itu, meminta agar proyek itu diperiksa, karena terdapat indikasi korupsi didalam pelaksanaannya.  “Kita minta proyek itu diperiksa”, tegas Ketuanya  (17/4).
Proyek pembangunan Balai Kartini itu, sudah dilaksanakan sejak 2014 lalu dengan menelan dana hingga Rp14M lebih. Selanjutnya, pada 2018 proyek itu juga mendapatkan suntikan dana mencapai Rp19,5M, dengan harapan pada 2018 pengerjaannya akan selesai seluruhnya. Sehingga total dana yang tersedot ke proyek besar itu mencapai Rp33,5M. Pelaksanaan pekerjaan sejak awal, tulis surat itu, ditangani PPK dan KPA dari Dinas Pekerjaan Umum, yaitu Mukchini Miswaini.
Sebelumnya, pada 2016 pelaksanaan proyek itu sempat juga menjadi sorotan, karena pengerjaannya oleh rekanan telah melewati masa yang dijadwalkan. Namun, tak jelas bagaimana proses hukum terkait masalah itu. (Mn)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *